Jumat, 28 Oktober 2011

Puisi tentang anak jalanan

Senandung sendu meratap-ratap
memar tubuhnya membiru lagi
bibirnya kaku, dingin dan semu..
tapi lantunkan lagu cinta.

Tuhanku, adakah seseorang yang mampu menopang berat deritanya ?
Tuhanku, kirimlah seseorang untuknya.

Menaiki tangga mimpi
mengambil tiap lagu-lagu di langit
ingin temukan kedamaian..
mengais-ngais mimpi dari jalanan, yang kadang terbuang oleh orang yang menaiki mobil mewah.

semburat senyum tipis dari wajahnya
menyimpan keluguan misteri mimpi
yang akan terungkap nanti.

kamu, jangan berhenti bermimpi
aku akan selalu memberimu permata
yang menjadi doa pemimpin langkahmu.
Tuhan, walau semenit jadikanlah Ia orang paling bahagia sedunia

















     KUTAK BISA

Pernah berpikir ‘tuk pergi
Dan terlintas tinggalkan kau sendiri
Sempat ingin sudahi sampai di sini
Coba lari dari kenyataan
reff: Tapi ku tak bisa jauh jauh darimu
Ku tak bisa jauh jauh darimu
Lalu mau apa lagi
Kalau kita sudah gak saling mengerti
Sampai kapan bertahan seperti ini
Dua hati bercampur emosi

repeat reffSabar sabar aku coba sadar
Sadar sadar seharusnya kita sadar
Kau dan aku tercipta
Gak boleh terpisah
reff2: Dan tak bisa jauh jauh darimu
Ku tak bisa jauh jauh darimu (3x)





        TERLALU MANIS

Kuambil gitar dan mulai memainkan
Lagu yang biasa kita nyanyikan
Tapi tak sepatah kata yang terucap
Hanya ingatan yang ada di kepala

Hari berganti angin tetap berhambus
Cuaca berubah daun-daun tetap tumbuh
Kata hatiku pun tak pernah berubah
Berjalan dengan apa adanya

Di malam yang dingin dan gelap sepi
benakku melayang pada kisah kita
Terlalu manis untuk dilupakan
Kenangan yang indah bersamamu
Tinggalah mimpi
Terlalu manis untuk dilupakan
Walau kita memang tak saling cinta
 
Tak kan terjadi ... (diantara kita)


















Kamis, 22 September 2011

x_coplax comunity

SAHABAT
Sahabatku adalah tetesan embun pagi
yang jatuh membasahi kegersangan hati
hingga mampu menyuburkan seluruh taman sanubari
dalam kesejukan

Sahabatku adalah bintang gemintang malam di angkasa raya
yang menemani kesendirian rembulan yang berduka
hingga mampu menerangi gulita semesta
dalam kebersamaan

Sahabatku adalah pohon rindang dengan seribu dahan
yang memayungi dari terik matahari yang tak tertahankan
hingga mampu memberikan keteduhan
dalam kedamaian

Wahai angin pengembara
kabarkanlah kepadaku tentang dirinya

Sahabatku adalah kumpulan mata air dari telaga suci
yang jernih mengalir tiada henti
hingga mampu menghapuskan rasa dahaga diri
dalam kesegaran

Sahabatku adalah derasnya hujan yang turun
yang menyirami setiap jengkal bumi yang berdebu menahun
hingga mampu membersihkan mahkota bunga dan dedaun
dalam kesucian

Sahabatku adalah untaian intan permata
yang berkilau indah sebagai anugerah tiada tara
hingga mampu menebar pesona jiwa
dalam keindahan

Wahai burung duta suara
ceritakanlah kepadaku tentang kehadirannya


Bila Pena Mula Berbicara, Kalam Indah Menghunus Bisa, Membuka Pekung Musuh Durjana, Menoktahkan Tipuan Si Keparat Tak Guna

Ingatlah sahabat…
Bunga itu menguntum indah,
Menyeri dan mekar memerah,
Dipuji dengan berbagai-bagai madah,
Esoknya bunga itu gugur ke tanah,
Serpih demi serpih ia punah,
Tanpa daun dan kelopaknya musnah.

Sahabatku…
Engkau bukan layu seperti bunga,
Dan aku bukan kumbang yang akan mengambil madunya,
Lambang bunga lambang sementara cuma,
Tetapi perjuangan kita tiada penghujungnya,
Daerah kita bukan daerah cinta,
Bukan masanya untuk memujuk kasih asmara,
Tiada senda gurau memanjang yang meleka,
Kerana kita dalam memperjuangkan agama.

Sahabatku..
Disini uda dan dara telah berkubur,
Kita bina atasnya jihad yang subur.

Ingatlah sahabat…
Bumi kita bumi yang payah,
Penuh peluh, air mata dan mungkin darah,
Bila kita jejak tapaknya perlu punyai wadah,
Ikuti dibelakang ulama’ supaya tak goyah,
Bila dikatakan pada mu: Perjuangan itu amat susah,
Kau katakanlah kembali: Aku mengharap hanya keredhaan dari Allah.

Sahabatku…
Semalam telah layu sekuntum bunga,
Telah gugur dari jambangannya,
Tetapi itu bukan perjuangan kita,
Bukanlah itu sebagai lambangnya,
Mulut telah kaku untuk bertanya,
Hati malu untuk memikirkannya,
Tidak seperti dahulunya,
Kita kuat berhujah dan bersuara.

Ingatlah sahabatku..
Kerana dulu dan kini kita tetap seorang mujahid,
Yang merindukan dan memburu syahid,
Maaf kiranya tuturku yang pahit.

Senyumlah sahabat..
Senyumlah dan serilah wajah,
Walau pudar dan hambar datang tak sudah,
Belajarlah menjadi seorang mujahid dan mujahidah,
Doaku agar kita berani seperti Hamzah,
Malah punyai semangat seperti Sumaiyah.

_________________
jadilah sahabat yang baik…
Memang sudah menjadi fitrah semulajadi manusia ingin berkawan dan bersahabat.
Sahabat sejati ialah yang sentiasa bantu membantu dalam mengerjakan kebaikan dan mencegah kemungkaran.

Binalah nilai seorg sahabat yg baik..